Apa Benar Sukses Memang Harus di Bangku Perkuliahan?

Ketika menulis ini saya teringat betapa kontroversialnya pernyataan diatas, waktu itu saya semester 2 di bangku kuliah, ada seorang yang bekerja di sebuah toko cutting sticker menanyakan kepada saya, “apa pentingnya kuliah? Banyak kok yang sukses tanpa kuliah. Contohnya si A contohnya si B” Saya bahkan tak bisa menjawabnya, bingung dan takut salah. Karena waktu itu yang bertanya ke saya sudah berumur hampir kepala 3, jadi saya grogi dan langsung pergi waktu itu. Kali ini saya akan membahasnya, semoga saja yang bertanya ke saya juga membacanya J

Apa benar sukses harus di bangku kuliah? Sebelum menjawabnya tentu kita harus tahu sampai mana batasan sukses tersebut. Beberapa dari kita memiliki pandangan yang berbeda ketika melihat pertanyaan diatas. Bagaimana tidak, karena “sukses” tersebut memiliki arti yang berbeda bagi setiap orang. Contohnya saya, sukses bagi saya adalah kaya, kaya hati dan harta tentunya. Bahkan cita-cita saya pun Cuma satu, yaitu kaya. Bagi orang lain mungkin berbeda, sukses mereka mungkin punya penghasilan tetap dan keluarga yang damai. Beda bukan?

Kembali ke topik, menurut saya sukses memang tidak harus dibangku kuliah, contohnya saja Bill Gates, Steve Jobs dan masih banyak lagi orang sukses lainnya. Apa sih yang mereka tidak punya? Bahkan pulau pun mereka beli. Mereka adalah orang orang yang sukses tanpa tamat kuliah alias Drop Out. Disini banyak yang salah artikan, mereka Drop Out bukan tanpa persiapan. Ini malah banyak yang bilang mau drop out ngikutin jejaknya Bill Gates, atau suksesor lainnya, padahal duit makan aja masih minta, kan gak lucu.

Terus bagaimana mereka bisa sukses? Berikut beberapa alasannya:

  1. Mereka Memulai Sejak Kecil
    Para suksesor tersebut adalah orang orang yang haus akan ilmu, mereka sudah belajar dari kecil, mereka haus akan ilmu, jadi wajar saja kalau mereka menganggap kuliah adalah hal yang membosankan, sebab mereka sudah tahu, saya saja kalau sudah tahu malah tidur di kelas, karena manusia cenderung bosan dengan hal yang di ulang ulang, apalagi yang menuntut kerja otak.

sukses-kuliah-di-prancis-simpel-kok-uhglvq4ueg

  1. Mereka Menganggap Belajar Itu Lebih Penting
    Saya ambil contoh dari film 3 Idiots (Satu-satunya film india yang saya suka), karakter utamanya pernah bilang, “Belajar itu bisa dimana saja”. Begitu juga suksesor dunia, mereka berpikir kalau kuliah itu hanya menghambat mereka belajar, jadi mereka memilih berhenti untuk melakukan aktivitas yang menghambat mereka belajar. Mereka mengejar ilmu, bukan gelar. Bahkan kata-kata pedas pun menjadi pelajaran bagi mereka.

bongchandrakata

  1. Lapangan Itu lebih Penting daripada didalam Kelas
    Bob Sadino sering mengkritik tentang sistem pendidikan di Indonesia, katanya semua yang diajarkan Cuma teori, tidak aplikatif. Sekarang saya sendiri merasakannya, 9 tahun saya sekolah, 4 tahun saya kuliah (9 Semester dan sebentar lagi jadi mahasiswa Legend, hehe), tidak beberapa ilmu yang bisa saya terapkan di dunia nyata. Ilmunya bukan tidak berguna, tapi saya cuma tidak mengerti gunanya untuk apa.

masih-kuliah-sudah-sukses-berbisnis-ini-kisah-mereka-300x187

  1. Walau Gagal Mereka tidak Pernah Berhenti
    Apa teman-teman pernah nonton film The Billionaire (Film Thailand)? Film tersebut diangkat dari kisah nyata dari seseorang bernama Taph Itthipat. Bermula dari menikmati penjualan item di Game Online kesukaannya, dan berakhir menjadi seorang pengusaha makanan berbahan baku rumput laut. Di film tersebut dapat kita lihat bagaimana mati-matiannya dia berjuang, jatuh bangun dan di tipu oleh orang lain, tapi apa teman melihat dia menyerah?. Itulah hebatnya mereka teman, tidak pernah berhenti, gagal coba lagi. Bahkan Thomas Alva Edison pernah berkata “saya tidak pernah gagal, tapi saya menemukan 200 cara untuk tidak membuat lampu”. Jadi itu semua tergantung bagaimana kita memandang teman, apakah itu titik pemberhentian, atau sebuah pelajaran dalam perjalanan

soichiro-honda

  1. Mereka Menikmati Proses
    Para suksesor berpikir, bahwa mereka lah yang menikmati prosesnya. Karena mereka melakukan apa yang mereka nikmati, otomatis mereka tidak terbeban dan tidak merasa tertekan. Walaupun mereka tidak kuliah ataupun sekolah, toh mereka lebih banyak belajar dari proses yang mereka lakukan.

kata-kata-sukses-ala-andrie-wongso-sang-motivator

  1. Bagi Mereka, Setiap Orang Punya Jalan yang Berbeda
    Sistem sekolah itu dimana-mana relatif sama. Misalnya di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, sistem sekolah itu ya satu. Tapi dari Sabang sampai Merauke, ada nyaris 300 juta manusia. Apakah satu sistem itu bisa cocok untuk 300 juta manusia? Tentu wajar jika ada beberapa orang yang tidak merasa cocok sehingga mereka menciptakan sistem sendiri untuk mencapai pendidikan dan kesuksesan.

Dari sana kita bisa tau teman, kalau mereka tidak kuliah atau sekolah itu bukan di dasari oleh alasan tidak berminat, atau apalah alasan anak zaman sekarang. Tapi itu murni jalan yang mereka pilih karena mereka merasa terhambat dengan sistem yang ada. Jadi mereka tidak tiba-tiba drop out langsung kaya, kalau begitu caranya berarti mereka punya tuyul dirumah.

Jadi buat teman-teman yang dalam bangku perkuliahan jangan malas buat belajar dan jangan malu buat bertanya, jangan Cuma ngampus buat absen (pokoknya jangan tiru saya). Jangan pernah membandingkan diri dengan orang yang tidak berkuliah, siapa tau kata-kata teman kepada mereka menjadi motivasi buat mereka, ntar bisa-bisa mulut teman dibeli sama tu orang. Kan gak lucu juga.

Buat teman teman yang tidak kuliah, jangan pernah minder, jangan pernah sombong juga. Kita sama-sama hidup diatas sana, walaupun cara kita berbeda, pembagian rezeki kita udah ada yang ngatur, jadi tetap semangat. Jangan nyerah

perdyzeb

Seorang pemuda paruh baya yang mencoba menjadi seorang Internet Marketer

2 thoughts on “Apa Benar Sukses Memang Harus di Bangku Perkuliahan?

  • October 7, 2016 at 8:35 pm
    Permalink

    Ya mungkin ada yg memulai sukses dari bangku kuliah. Ttep semangat semoga sukses bisa diraih baik dg maupun tanpa kuliah. 🙂

    Reply
    • October 7, 2016 at 8:51 pm
      Permalink

      wahahah…
      pastinya bro… jaln mah beda2 yaah 😀

      Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: