Rating Game Tidak Selalu Harus diikuti

Rating game menjadi hal yang sangat hangat untuk diperbincangkan saat ini. Ditambah dengan keluarnya sistem rating buatan menkominfo sendiri yaitu Indonesia Game Rating System (IGRS).

Hasil gambar untuk IGRS RAting

Tujuannya tidak lain adalah untuk mengedukasi masyarakat Indonesia agar bijak memilih game yang akan dimainkan nanti. Dampak positifnya tentu sangat besar bagi industri tanah air.

Bagi saya seorang gamer, saya memiliki pandangan tersendiri terhadap sistem rating itu sendiri. Silahkan disimak ya sob.

Apa itu rating?

Game Rating
Rating Game Credit by Google

Ketika kita membeli sebuah game, kita akan menemukan tulisan 13+, 17+ dan lain sebagainya. Itu merupakan rating yang diberikan kepada game. Layaknya sebuah film, game juga memiliki konsumen yang pantas untuk memainkan sebuah game.

Rating tidak dapat menentukan kedewasaan

Seorang anak dibawah umur akan kesulitan ketika membeli sebuah game yang dengan rating 17+, kenapa? karena belum cukup umur tentunya. Tapi dapat kah hal tersebut menjadi patokan dalam bermain game? Kalau menurut saya tidak.

Rating game hanyalah sekadar rating, itu dilakukan atas dasar survey keseluruhan, bukan atas dasar pribadi setiap para pemain. Bisa saja ada anak yang dibawah umur dengan wawasannya yang luas, bisa menerima semua konten game yang jauh diatas umurnya. Jadi bermain game vulgar sekalipun tidak masalah baginya.

Kelahiran 90 an belum tentu dewasa

Ironman Hardcore Game
Ironman Hardcore Game Credit by Google

Gamer dengan umur yang tua, belum tentu memiliki sikap yang dewasa dalam bermain game. Coba saja bermain game online, nanti sobat akan banyak menemui jenis manusia yang bermain game penuh dengan “bacotan”nya yang sangat tidak mendidik.

Jadi bisa kita pastikan kalau usia bukanlah patokan dalam bermain game. Menurut saya ada 3 hal yang menjadi dasar kedewasaan seorang gamer dalam bermain game, yaitu

  • Mengerti kalau semua konten dalam game hanya lah sebuah fiksi.
  • Dapat membedakan yang patut ditiru dan tidak.
  • Bertanggung jawab atas semua tindakannya.

Apabila seorang gamer memahami hal diatas, saya rasa pantas untuk memainkan game dengan rating diatas usianya.

Sistem Rating tetap menjadi pilihan yang lebih mudah

Rating Game Parodi
Game Rating Parodi Credit by Google

Akhir kata, sistem rating tetap menjadi solusi yang lebih baik. Seperti yang kita tau, yang membuat rating bukanlah orang yang tamatan SD. Mereka jauh lebih berpengalaman dari hanya sekedar kita yang bermain game.

Bagaimanapun peran orang tua lebih besar disini, membiarkan anak-anak tanpa pengawasan, merupakan yang tidak bertanggung jawab. Bayangkan apa yang terjadi jika anak SD memainkan permainan seperti Dead Island, bisa bisa dia motongin kepala temannya kan.

Jika opini diatas untuk dapat diikuti, ada baiknya untuk mengikuti Rating game yang telah ada.

Enjoy the game, and have fun 🙂

perdyzeb

Seorang pemuda paruh baya yang mencoba menjadi seorang Internet Marketer

Leave a Reply

%d bloggers like this: